SQL server

SQL Server fitur yang dimiliki oleh SQL Server 2005. Beberapa yang diantaranya adalah:

a)      Upgrade menjadi SQL Server 2005, misalnya dari versi 2000, berbeda dengan upgrade pada versi-versi sebelumnya. Karena struktur pada versi ini sama dengan versi sebelumnya, maka tidak perlu ada migrasi basis data.

b)      Perubahan tool sets dapat dikatakan dilakukan secara besar-besaran. SQL Enterprise Manager dan Query Analyzer diganti dengan SQL Server Management Studio. Beberapa kemampuan Analysis Manager juga telah tercakup pada SQL Server Management. The Client Network Utility, Server Network Utility, dan SQL Service Manager diganti dengan SQL Server Configuration Manager MMC snap-in. Selain itu ada tambahan tool set baru, yaitu Business Intelligence Development Studio, yang digunakan membangun aplikasi business intelligence. Dengan adanya perubahan tool set secara besar-besaran ini dapat mendukung fungsionalitas DBA secara keseluruhan yang tidak didapatkan pada beberapa rilis sebelumnya.

c)       SQL Server 2005 menggantikan Data Transformation Services (DTS) pada SQL Server 7.0 dan 2000 dengan SQL Server Integration Services (SSIS). Meski sangat mungkin untuk menjalankan package DTS di SQL Server 2005, tidak ada lagi tools yang dapat mendukung pengembangan package tersebut. Dengan kata lain, perlu dilakukan migrasi dari package DTS menjadi SSIS untuk melakukan pengembangan baru, yaitu dengan Data Transformation Services Migration Wizard.

d)      Menambahkan dukungan untuk AMD dan Intel 64 bit pada arsitektur x86, Itanium 64 bit, dan ekstensi untuk tuning sistem NUMA (Non-Uniform Memory Access)

Dengan adanya fitur-fitur tersebut, baik fitur lama, baru maupun tambahan, SQL Server 2005 mempunyai keunggulan, terutama dibandingkan dengan versi sebelumnya, yaitu antara lain:

a)      Menyediakan pengelolaan views secara dinamis, yaitu dengan adanya catalog views, karena digantikannya sistem tabel menjadi sistem katalog. Pengelolaan secara dinamis ini memudahkan DBA untuk melakukan pengelolaan dalam DBMS dan memecahkan permasalahan dengan adanya Dedicated Administrative Console dan melakukan tuning.

b)      Mampu menyimpan dan memelihara mirror kopian basis data dari server lain.

c)       Mengurangi beban kerja DBA.

d)      Upgrading dari versi sebelumnya tidak memerlukan migrasi basis data.

e)      Availability dan Recovery.

Kelamahan SQL server

a)      Untuk data yg benar2 besar (‘relatif’) akhirnya kita perlu juga memecah data menjadi lebih kecil (kadang krn kita lakukan saat merasa prosesnya lambat walau secara fisik belum besar (‘realtif’) dengan fasilitas partioning data, pertama kali tahu fasilitas ini di My-SQL 5)

b)      Untuk aplikasi kecil (toko,home industri) tidak cocok (staff yg di kirim ke klien : Tekhnisi,Programmer+mampu jd DB-Admin dan atau DB-Admin ; beda kalau pakai native cukup kirim : Tekhnisi dan programmer-nya sdh cukup), hal ini masih tergantung dari kemampuan dan keinginan klien kita dalam menyediakan dana untuk melakukan implementasi program (bersifat subjective).

c)       Perlu Dana Tambahan yg cukup besar (‘relatif’~kemampuan klien) untuk beli license (kecuali klien merasa cukup dengan dengan yg free)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.